Friday, October 23, 2015

Nama-nama Nusak (Kerajaan) di Rote

Sistem pemerintahan tradisional di Rote dimulai pada zaman kolonial Belanda. Dengan kata lain, sistem pemerintahan di pulau terselatan NKRI ini berawal pada maza penjajahan. Terdapat dua versi sebagai berikut:
Pertama, sistem pemerintahan yang teratur mulai berlaku sejak tahun 1513 saat pemerintah kolonial Belanda membentuk 4 (empat) kerajaan besar di Pulau Rote yaitu:
1.      Kerajaan Korbafo.
2.      Kerajaan Bilba.
3.      Kerajaan Termanu.
4.      Kerajaan Dengka.
Kedua, pada tahun 1772, wilayah Keka dan Talae memberontak dan memisahkan diri dari Kerajaan Termanu, yang kemudian berdampak pada terbentuknya nusak-nusak lainnya yaitu:
1.      Nusak Ba’a.
2.      Nusak Lole.
3.      Nusak Lelain.
4.      Nusak Keka.
5.      Nusak Talae.
6.      Nusak Termanu.
7.      Nusak Korbafo.
8.      Nusak Bokai.
9.      Nusak Diu.
10.  Nusak Oepao.
11.  Nusak Lelenuk.
12.  Nusak Landu.
13.  Nusak Bilba.
14.  Nusak Rainggo.
15.  Nusak Tii.
16.  Nusak Dengka.
17.  Nusak Dela.
18.  Nusak Oenale.
19.  Nusak Ndao. 

Semoga bermanfaat!!! 


* * * * * 

Thursday, October 1, 2015

Alat-alat Produktif (Pertanian) Masyarakat Rote. 


Berikut ini beberapa nama alat produktif masyarakat Rote:
  • Felas (parang) digunakan untuk memotong kayu, membersihkan kebun, ladang. Masyarakat Bilba, Diu, dan Lelenuk disebut Fela. 
  • Tofa digunakan untuk membersihkan rumput. Masyarakat Tii menyebutnya fela na'u, masyarakatTermanu menyebutnya totofak, masyarakat Dengka menyebutnya fela ulu.
  • Te (tombak) terbuat dari besi dan digunakan untuk berburu. 
  • Tafa (parang panjang) yang dipakai untuk berperang. 
  • Sisilo (senpi/senapan tumbuk) yang dipakai untuk berburu dan berperang. Sebagian masyarakat Rote Barat menyebutnya Sisirok. 
  • Kokouk (anak panah); dibuat dari besi, yang digunakan untuk berburu dan juga untuk menangkap ikan. 
  • Tatatik (pacul) digunakan untuk memacul tanah. Masyarakat Termanu menyebutnya tatatis, masyarakt Dengka menyebutnya ta'a, masyarakat Dela dan Oenale menyebutnya ta'a uru. 
  • Besi (linggis) digunakan untuk menggali tanah memiliki beberapa sebutan yaitu dengga rae (Tii), besi kali dae (Termanu, Bilba, Diu, Lelenuk) besi ali dae (Oepao dan Ringgou), dan besi ali rae (Oenale). 
  • Danda digunakan untuk memacul tanah tetapi berukuran kecil dan lonjong. Masyarakat Ba’a dan Termanu menyebutnya dandang. 
  • Taka (kapak) digunakan untuk memotong dan membelah kayu. Masyarakat Ndao, Dengka, Oenale, Oepao, dan Ringgou menyebutnya ta'a. 
  • Ai susuak (kayu tunggal) digunakan untuk membalik tanah. Ada pula sebutan ai foi dae bagi masyarakat Ringgo, kai foi dae bagi masyarakat Bilba, Diu, Lelenuk, dan hau foi dae pada masyarakat Ndao. 
  • Ai seselek; kayu yang digunakan untuk menanam benih. Masyarakat Bilba, Diu, Lelenuk menyebutnya kai seselek, masyarakat Dengka dan Oenale menyebutnya hau sesela